banner 728x250

Tak Anti Kritik, Bupati M. Syukur Minta Pers Berpegang pada Data dan Etika

  • Bagikan
banner 468x60

BANGKO – Di tengah derasnya arus informasi digital, Bupati Merangin M. Syukur menegaskan Pemerintah Kabupaten Merangin tidak antikritik. Namun, ia mengingatkan kritik yang disampaikan harus berpijak pada data, fakta, dan etika jurnalistik.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Insan Pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Merangin di Auditorium Depati Payung, Kantor Bappeda Merangin, Kamis (6/8).

Di hadapan sekitar 60 wartawan mitra Diskominfo, M. Syukur menilai kemajuan teknologi telah mengubah pola penyebaran informasi. Siapa pun kini dapat mempublikasikan berita melalui berbagai platform digital. Karena itu, menurutnya, wartawan profesional memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Ia menekankan setiap produk jurnalistik harus melalui proses verifikasi, mengedepankan akurasi, mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ), menjaga independensi, serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

“Hari ini semua orang bisa menyampaikan informasi melalui media digital. Namun yang kita harapkan adalah informasi disampaikan oleh mereka yang memahami aturan, memegang etika jurnalistik, bebas hoaks, serta mengutamakan verifikasi dan akurasi,” kata M. Syukur.

Bupati juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial pers. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Merangin tidak menutup ruang bagi media untuk menyampaikan kritik maupun masukan.

“Pemerintah Daerah tidak anti kritik. Kami sangat terbuka untuk berdiskusi dengan insan pers. Silakan mengkritik, tetapi kritik harus berbasis data dan fakta agar memberi manfaat bagi kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Menurut M. Syukur, hubungan pemerintah dan media semestinya dibangun atas dasar saling menghormati peran masing-masing. Pemerintah berkewajiban memberikan informasi kepada publik, sementara pers menjalankan fungsi kontrol secara independen, profesional, dan bertanggung jawab.

berita lainnya :  Sekda Zulhifni Pimpin Pembentukan Satgas Angkutan Batubara, Pos Pantau Segera Diaktifkan

Ia berharap sinergi tersebut dapat menghasilkan informasi yang berimbang sehingga masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai jalannya pembangunan di Kabupaten Merangin.

“Tujuan kita sama, yaitu membangun Merangin agar semakin maju. Pemerintah dan media harus berjalan berdampingan untuk menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat,” pungkasnya.

Kegiatan Bimtek tersebut mengusung tema “Membangun Sinergi dan Profesionalisme Media di Era Digitalisasi” sebagai upaya meningkatkan kapasitas wartawan menghadapi tantangan jurnalistik di era perkembangan teknologi informasi.

banner 325x300
Penulis: HamzahEditor: Asmadi
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *