TABIR β Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Tabir terus mematangkan persiapan menjelang pawai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan digelar di Kota Bangko. Selain menyiapkan barisan dan pakaian adat Melayu,dan pakai adat lainnya, LAM Tabir juga merangkai pantun khusus yang akan dipersembahkan kepada Bupati Merangin, H. M. Syukur.
Ketua LAM Kecamatan Tabir, Muhammad Sidin, mengatakan latihan rutin terus dilakukan agar penampilan rombongan LAM Tabir berjalan maksimal. Menurutnya, pantun yang disiapkan bukan sekadar pelengkap pawai, melainkan bagian dari tradisi Melayu yang sarat makna dan menjadi media menyampaikan doa, harapan, serta pesan moral.
“Kami ingin membawa pesan bahwa masyarakat adat siap bersinergi dengan pemerintah dalam membangun daerah. Karena itu kami menyiapkan pantun khusus untuk Bupati Merangin sebagai bentuk doa dan harapan agar cita-cita pembangunan Merangin Baru 2030 dapat terwujud,” kata Muhammad Sidin.
Pantun yang akan dibacakan berbunyi:
“Pagi-pagi membeli bubur,
Bubur dibeli seharga dua ribu.
Kami membantu Bupati Syukur,
Supaya tercapai Merangin Baru.”
Menurut Muhammad Sidin, pantun tersebut mencerminkan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Merangin tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga adat.

Selain pantun untuk Bupati M. Syukur, LAM Tabir juga menyiapkan pantun bertema persatuan, gotong royong, dan pelestarian budaya Melayu yang akan dibacakan secara bergantian sepanjang rute pawai.
Keikutsertaan LAM Tabir dalam pawai HUT RI tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa adat Melayu tetap hidup dan mampu menjadi perekat persatuan masyarakat. Melalui pantun yang disampaikan, LAM Tabir ingin menitipkan pesan bahwa pembangunan daerah akan semakin kuat apabila didukung oleh kebersamaan, pelestarian budaya, dan partisipasi seluruh masyarakat.


















