“Saya mengajak seluruh pengurus untuk bekerja sama, saling mendukung, dan menjaga kekompakan. Dengan kebersamaan, keikhlasan, dan dukungan semua pihak, LAM Kecamatan Tabir akan mampu menjalankan amanah ini dengan baik serta menjadi lembaga adat yang bermanfaat bagi masyarakat.”
Ia menegaskan bahwa keberhasilan organisasi hanya dapat dicapai melalui kerja kolektif seluruh pengurus dan dukungan masyarakat.
«”Mari kita jadikan LAM sebagai rumah besar masyarakat adat yang menjaga persatuan, melestarikan adat dan budaya Melayu, serta menjadi mitra pemerintah dalam membangun Kecamatan Tabir. Jika kita bersatu dan saling mendukung, amanah ini akan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.”»
Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Tabir mengajak LAM memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, lembaga adat memiliki fungsi strategis sebagai mitra Polri dalam menyelesaikan persoalan sosial melalui pendekatan musyawarah dan kearifan lokal.
«”Pada prinsipnya LAM dan Polri memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga ketertiban, menciptakan kedamaian, serta menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. LAM dapat diibaratkan sebagai polisi adat yang mengedepankan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan musyawarah dalam setiap penyelesaian masalah. Sinergi ini harus terus diperkuat agar keamanan dan keharmonisan masyarakat tetap terjaga.”
Pengukuhan kepengurusan baru ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran LAM Kecamatan Tabir sebagai penjaga marwah adat Melayu, pelestari budaya, perekat persatuan masyarakat, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berpijak pada nilai-nilai adat dan kearifan lokal.


















