BANGKO – Suasana berbeda terlihat di Kota Bangko pada Minggu (31/5) pagi. Ribuan warga memadati kawasan jalur dua Taman Bujang Upik untuk mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) yang untuk pertama kalinya resmi dibuka bagi masyarakat Kabupaten Merangin.
Kegiatan yang sebelumnya telah melalui tahap uji coba tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Merangin M. Syukur dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya program ruang publik bebas kendaraan bermotor setiap hari Minggu.
Mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, kawasan jalur dua hingga jembatan layang disterilkan dari kendaraan bermotor dan dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas olahraga dan rekreasi keluarga.
Bupati M. Syukur mengatakan, hadirnya CFD berangkat dari kebutuhan masyarakat akan ruang publik yang aman dan nyaman untuk berolahraga. Selama ini, sebagian warga masih beraktivitas olahraga di tepi jalan raya yang memiliki risiko kecelakaan.
“Ini kita jadikan akses untuk olahraga masyarakat. Minimal sekali seminggu mereka punya tempat olahraga dan tidak diganggu,” ujar Bupati.
Menurutnya, pemerintah ingin menyediakan sarana yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
“Harapan saya cuma memberi ruang kepada masyarakat supaya ini digunakan untuk olahraga agar mereka bisa hidup sehat. Tidak harus olahraga di lintas jalan raya yang berisiko,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Merangin juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas pengalihan arus lalu lintas yang dilakukan selama empat jam pelaksanaan CFD demi kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Berbagai komunitas olahraga turut ambil bagian, mulai dari senam bersama, jogging, bersepeda, hingga sepatu roda. Kawasan CFD pun berubah menjadi ruang publik yang hidup dan penuh interaksi.
Tak hanya menjadi tempat berolahraga, CFD juga diharapkan menjadi wadah mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Terbangun juga silaturahim. Merangin ini kan kecil, jadi masyarakatnya saling kenal dan bisa saling bertegur sapa di masa-masa olahraga,” kata M. Syukur.
Di sisi lain, pelaksanaan CFD turut memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sepanjang koridor kegiatan, puluhan pedagang menawarkan aneka kuliner, produk lokal, perlengkapan olahraga, hingga wahana permainan anak yang menarik perhatian pengunjung.
Pemerintah daerah memberikan kesempatan kepada pelaku usaha yang telah terdaftar sejak pagi untuk tetap berjualan hingga pukul 17.00 WIB. Kebijakan tersebut dilakukan guna mendorong perputaran ekonomi masyarakat tanpa mengganggu ketertiban kawasan CFD.
“Ini sekaligus membantu UMKM masyarakat. Jualan baju pun boleh, baju olahraga, peralatan olahraga dibolehkan,” ungkap Bupati.
Hadirnya Car Free Day di Kabupaten Merangin diharapkan tidak hanya menjadi agenda mingguan untuk menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan, memperkuat silaturahmi, serta menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan para pelaku UMKM.


















