banner 728x250

Lantik 237 Kepala Sekolah, Bupati M. Syukur Tekankan Kepemimpinan, Integritas, dan Inovasi Pendidikan

  • Bagikan
banner 468x60

BANGKO – Bupati Merangin M. Syukur resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 237 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin. Pelantikan yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Sabtu (6/6/2026), menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas pendidikan di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.

Sebanyak 237 pejabat yang dilantik terdiri dari 7 Kepala Taman Kanak-Kanak (TK), 186 Kepala Sekolah Dasar (SD), dan 44 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang menentukan arah dan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing.

“Mulai hari ini, wajah pendidikan di sekolah yang Anda pimpin berada di tangan Bapak dan Ibu semua. Peningkatan kualitas pendidikan adalah harga mati bagi kemajuan Kabupaten Merangin,” tegas M. Syukur.

Menurutnya, kepala sekolah merupakan ujung tombak perubahan yang berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, inovatif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Karena itu, Bupati meminta seluruh kepala sekolah meninggalkan pola kerja lama yang hanya berfokus pada urusan administratif dan mulai menghadirkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh elemen sekolah.

Pada kesempatan tersebut, M. Syukur menyampaikan empat pesan penting yang harus menjadi pedoman bagi para kepala sekolah yang baru dilantik.

Pertama, kepala sekolah harus tampil sebagai pemimpin, bukan sekadar manajer. Seorang kepala sekolah dituntut menjadi teladan yang mampu menginspirasi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik melalui disiplin, integritas, serta semangat kerja yang tinggi.

Kedua, kepala sekolah harus mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Di era digital saat ini, menurut Bupati, tidak boleh ada sekolah yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

berita lainnya :  PAD Merangin Capai 28,16 Persen di Triwulan I, Bupati M. Syukur Tekankan Inovasi dan Percepatan Kinerja OPD

Ketiga, pengelolaan sekolah harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Penggunaan anggaran, termasuk Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), harus bebas dari penyimpangan serta benar-benar diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi guru.

Keempat, sekolah harus memperkuat kemitraan dengan orang tua murid dan masyarakat. Bupati menegaskan bahwa pendidikan yang berhasil tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Jangan sampai sekolah menjadi menara gading yang terpisah dari masyarakat. Bangun komunikasi yang baik dengan orang tua, komite sekolah, dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

M. Syukur juga mengakui bahwa tidak sedikit kepala sekolah yang akan bertugas di daerah terpencil dengan berbagai keterbatasan sarana dan akses. Namun kondisi tersebut, menurutnya, justru menjadi ladang pengabdian yang sesungguhnya bagi seorang pendidik.

“Ketekunan Anda di pelosok-pelosok Merangin adalah lentera bagi anak-anak kita untuk melihat masa depan mereka,” katanya.

Di akhir sambutan, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Merangin bersama Dinas Pendidikan untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, serta memberikan perlindungan kepada para tenaga pendidik.

Sebagai imbal balik atas dukungan tersebut, pemerintah daerah berharap para kepala sekolah mampu menunjukkan dedikasi, integritas, dan kinerja terbaik demi mewujudkan pendidikan Merangin yang lebih maju dan berdaya saing.

banner 325x300
Penulis: zah
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *