Bangko â Bupati Merangin M. Syukur bersama Wakil Bupati A. Khafidh menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Gereja HKBP Hitam Ulu, Resort Bangko, Distrik 25 Jambi, di Desa Muara Delang, Kecamatan Tabir Selatan, Minggu (12/4).
Kegiatan yang dirangkai dengan pesta pembangunan gereja tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri Sekretaris Daerah Zulhifni, Kabag Kesra Agus Salim Idris, pimpinan HKBP Distrik 25 Jambi, serta jemaat.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur mengapresiasi peran jemaat HKBP Hitam Ulu dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Merangin selama empat dekade.
âEmpat puluh tahun adalah perjalanan panjang yang mencerminkan kekuatan iman dan kebersamaan. Ini menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman,â ujarnya.
Bupati menegaskan, keberagaman suku dan agama di Merangin merupakan aset sosial yang harus dirawat bersama. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan program pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
âSebagus apa pun program pemerintah, tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Mari kita bangun Merangin dengan hati yang ikhlas dan semangat kebersamaan,â tegasnya.
Selain pembangunan fisik gereja, Bupati juga mengingatkan pentingnya pembangunan mental dan spiritual sebagai penopang kehidupan sosial yang harmonis.
Pada kesempatan itu, ia turut menyinggung isu kebersihan lingkungan yang menjadi perhatian pemerintah. Bupati mengajak jemaat HKBP berperan aktif dalam menjaga kebersihan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
âKita sedang menghadapi persoalan sampah. Saya berharap jemaat HKBP dapat menjadi pelopor kebersihan di lingkungan masing-masing,â
tambahnya.Sementara itu, Pendeta Kamson Pasaribu menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dan Wakil Bupati dalam perayaan tersebut. Sebagai bentuk penghormatan, pihak gereja mengalungkan kain ulos kepada pimpinan daerah.
Ia juga menilai Pemerintah Kabupaten Merangin selama ini konsisten menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.Peringatan HUT ke-40 HKBP Hitam Ulu ditutup dengan ramah tamah yang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat Tabir Selatan.


















