Merangin,mediafaktajambi.org – Pemerintah Kabupaten Merangin mencatat capaian produksi jagung dengan nilai ekonomi hingga Rp1 miliar dalam panen raya yang berlangsung di Balai Benih Utama (BBU) Desa Sido Rukun, Kecamatan Margo Tabir, Kamis (2/4).Capaian ini menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan daerah.
Bupati Merangin M. Syukur yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, lahan seluas 27 hektar yang dikelola pemerintah daerah mampu menghasilkan 5–6 ton jagung pipil per hektar.
Dengan demikian, total produksi diperkirakan mencapai 135 hingga 162 ton.Dengan harga pembelian oleh Bulog sebesar Rp6.300 per kilogram, nilai produksi jagung dari kawasan tersebut diproyeksikan berada pada kisaran Rp850 juta hingga Rp1 miliar.
Menurut Syukur, hasil ini merupakan bagian dari pengembangan sektor pertanian yang lebih luas di Merangin. Saat ini, pemerintah daerah mengelola sekitar 40 hektar lahan jagung yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain di Margo Tabir, Dusun Tuo, Jangkat, dan Sungai Manau.
Selain jagung, sektor padi juga dinilai memiliki potensi besar dengan luas lahan mencapai 11.692 hektar.“Kabupaten Merangin memiliki peluang untuk menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Jambi, didukung oleh potensi lahan dan komoditas yang tersedia,” ujar Syukur.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah berencana memperkuat alokasi anggaran di sektor pertanian. Penambahan anggaran akan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pertanian.
Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait, serta perwakilan Bulog dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan upaya kolaboratif dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
Selain pengembangan jagung, BBU Margo Tabir juga mengembangkan komoditas lain, seperti padi sawah seluas 1,8 hektar serta tanaman hortikultura, antara lain cabai dan kacang tanah, sebagai bagian dari diversifikasi pangan.
Berita ini diadaptasi dari rilis Kominfo Kabupaten Merangin dengan penyesuaian gaya penulisan media FAKTA


















