BANGKO — Pemerintah Kabupaten Merangin melaporkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,13 persen sepanjang tahun anggaran 2025. Angka ini melampaui rata-rata Provinsi Jambi sebesar 4,93 persen dan sedikit di atas capaian nasional 5,11 persen.
Data tersebut disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah yang dibacakan Wakil Bupati Merangin A. Khafidh dalam rapat paripurna DPRD, Senin, 30 Maret 2026.
Khafidh, membacakan pidato Bupati M. Syukur, menyebut capaian itu sebagai hasil dari konsistensi program pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Penguatan ekonomi kerakyatan berjalan di jalur yang tepat,” ujarnya di hadapan pimpinan dan anggota dewan.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi motor utama. Pertumbuhan sektor ini melonjak dari 2,77 persen pada 2024 menjadi 5,55 persen pada 2025. Kenaikan tersebut turut menopang struktur ekonomi Merangin yang masih bertumpu pada sektor primer.
Di sisi lain, tidak semua sektor menunjukkan akselerasi. Lapangan usaha akomodasi dan makan minum justru melambat, hanya tumbuh 3,24 persen, turun dari 7,78 persen pada tahun sebelumnya.Perlambatan Perlambatan ini mengindikasikan belum pulihnya secara merata aktivitas ekonomi berbasis jasa dan konsumsi.
Indikator kesejahteraan juga mengalami perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Merangin meningkat menjadi 73,41 poin, dari 72,65 pada 2024. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan pada dimensi pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan daerah tercatat Rp1,495 triliun atau 98,37 persen dari target. Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan melampaui target, mencapai 104,64 persen atau sekitar Rp161,7 miliar.
Pemerintah daerah menilai capaian tersebut sebagai indikator kemajuan pembangunan. Namun, disparitas pertumbuhan antar sektor menunjukkan pekerjaan rumah yang belum selesai, terutama dalam mendorong sektor jasa agar kembali tumbuh seimbang.
Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Merangin Herman Effendi bersama Wakil Ketua II Ahmad Fahmi, serta dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah.


















