mediafaktajambi.org.Merangin .Aktivitas dugaan pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU 24.373.57 Koto Rayo Merangin memantik keresahan warga.
Apalagi saat ini keberadaan BBM jenis pertalite sering mengalami kelangkaan,Praktik pelangsiran dilakukan secara terbuka, seolah tanpa hambatan, hingga memunculkan dugaan adanya pembiaran
Pantauan di lokasi, beberapa individu yang diduga kuat sebagai pelangsir terlihat hilir-mudik menggunakan mobil pick up serta mobil lainnya dan motor dengan bak yang sudah dimodifikasi.
Mereka kerap muncul berulang kali dalam waktu berdekatan. Warga menuding mereka memperoleh akses khusus .
“Kami curiga ada kerja sama antara pelangsir dan oknum petugas SPBU,” ujar seorang Ahmad seorang warga kepada media Fakta.
Sejumlah warga mengaku geram karena aktivitas pelangsiran tersebut diduga berlangsung lama tanpa tindakan nyata dari aparat.
Beberapa warga lainnya mengklaim sering melihat kendaraan pelangsir berulang kali masuk SPBU pada hari yang sama.
“Sudah sering terlihat ,Kami jadi bertanya-tanya, apakah memang dibiarkan?” ungkapnya
Warga menilai praktik itu bukan hanya merugikan masyarakat yang membutuhkan BBM bersubsidi secara wajar, tetapi juga berpotensi memicu kelangkaan hingga antrian panjang yang menghambat aktivitas harian.
“Apalagi sekarang kondisi BBM jenis pertalite sering langka, seharusnya pihak penegak hukum terutama Polsek Tabir untuk bisa mengantisipasi hal tersebut,kasian masyarakat lainnya.” Ungkapnya
Kami mendesak Penertiban dari aparat terutama Polsek Tabir dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas agar praktik pelangsiran tidak terus berulang dan merugikan banyak pihak.
“Kami hanya ingin pelayanan adil. Jangan ada kelompok tertentu yang diberi perlakuan istimewa,” ujar Adi warga lainnya.
Warga menilai masalah ini perlu mendapat perhatian serius, terutama demi mencegah kelangkaan BBM bersubsidi yang sangat dibutuhkan masyarakat kecil.


















