Kurangnya informasi teknis yang mudah diakses memperlebar jarak antara proyek energi dan warga terdampak langsung.
Pengamat lingkungan menilai uji coba seharusnya disertai transparansi data mengenai tinggi muka air danau, volume air yang dilepas, serta simulasi dampak jangka panjang.
“PLTA pada prinsipnya energi terbarukan, tetapi pengelolaan debit harus presisi. Danau bukan sekadar sumber energi, melainkan ekosistem hidup,” ujarnya.
Antara Energi dan Kelestarian
Di satu sisi, keberadaan PLTA dipandang penting untuk menambah pasokan listrik dan mendukung kebutuhan energi regional. Di sisi lain, Danau Kerinci memiliki fungsi ekologis dan sosial yang tidak tergantikan.
Keseimbangan antara kebutuhan energi dan kelestarian lingkungan menjadi isu utama yang kini mengemuka.
Hingga kini belum ada keterangan resmi yang memuat data komparatif tinggi muka air sebelum dan sesudah uji coba turbin.
Warga berharap pemerintah daerah dan pengelola proyek membuka informasi secara berkala agar kekhawatiran tidak berkembang menjadi spekulasi.
Bagi masyarakat di tepian Danau Kerinci, persoalannya bukan sekadar naik-turun permukaan air.
Danau adalah sumber penghidupan, identitas wilayah, sekaligus ruang hidup yang diwariskan turun-temurun.


















