banner 728x250

Surat Incung Depati Jujun Satu satunya Dari Tembaga, Diduga Tertua, Mirip dengan KUUTT dan Prasasti Matari Singa Jaya Himat

  • Bagikan
banner 468x60

mediafaktajambi.org.Kerinci.Surat Incung Depati Jujun merupakan pusaka dalam
luhah Depati Jujun di Desa Pasar Jujun, Kecamatan Keliling Danau. Terdapat tiga pusaka beraksara Incung yang masing masing ditulis pada tembaga dan keping bambu.
Temuan surat incung di wilayah Jujun merupakan temuan yang sangat baru.
Hal ini menjadi bukti bahwa aksara Incung menyebar jauh keselatan Danau Kerinci.

Menurut Hafiful Hadi Sunliensyar ketua tim arkeologi Unja yang menjadi penerjemah surat incung tersebut mengatakan
Surat Incung ini ditulis pada lempeng tembaga berukuran 8,6 x 5,5 cm. Teks surat menggunakan aksara Incung dan bahasa
Kerinci sebanyak 38 baris.

Kedua sisi tembaga bertulisan,
namun pada bagian akhir sisi belakang telah rusak dan aus sehingga tidak terbaca. Beberapa karakter aksara pada Surat
Incung ini menggunakan varian Incung yang mirip pada naskah Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah, terutama pada
aksara “sa” dan “ja”. Jelasnya

Lanjutnya lagi Surat Incung ini merupakan satu-satunya temuan surat Incung yang ditulis pada logam tembaga.

Bahan serupa juga ditemukan, pada prasasti Matari Singa Jaya Himat yang
beraksara Ulu di Palembang (Hooykass, 1951) jelasnya

Lanjutnya lagi Penggunaan tembaga sebagai alas tulis merupakan tradisi yang sudahberkembang sejak zaman Hindu-Buddha (Trigangga dkk.,2015).

Besar kemungkinan, surat Incung ini berusia lebih tua dibandingkan surat-surat Incung pada bambu, kertas, dan
tanduk.

Sekedar informasi Surat Incung ini berisi sejarah leluhur masyarakat Jujun yang
bernama Sanginda Pandik (Pendek) dan Sanginda Kuning dari
Sadau Putih ( Desa lama asal negeri Jujun,hulu Sungai ) Mereka melakukan perjalanan dan membuat
permukiman baru di Koto Ranah Biti dan Keluru. Anak keturunan mereka kemudian hari menjadi pemangku dan depati di wilayah-wilayah tersebut

banner 325x300
berita lainnya :  Kritik Anggaran Publikasi DPRD: Apa Dampaknya bagi Media?
Penulis: AsmadiEditor: Asmadi
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *