MERANGIN — Lubang menganga di sisi Jembatan Semayo bukan sekadar soal aspal yang terkelupas. Di titik itulah akses utama warga dipertaruhkan. Jalan yang menghubungkan permukiman dengan pusat aktivitas ekonomi dan layanan publik kini terban di tepi jembatan, menyisakan badan jalan yang menyempit dan rawan kecelakaan
.Pada kamis siang, 26 Februari 2026, sebuah bangku kayu dan penyangga sederhana diletakkan tepat di atas lubang sebagai tanda darurat. Tak ada rambu resmi, tak terlihat garis pembatas pengaman.
Inisiatif itu murni dilakukan warga untuk mencegah pengendara terperosok, terutama pada malam hari ketika pencahayaan minim.
Dari pantauan di lapangan, lubang berada persis di sisi luar badan jalan jembatan. Struktur tanah di bawahnya tampak terkikis. Jika roda kendaraan melenceng sedikit saja, risiko tergelincir atau terbalik cukup besar, khususnya bagi sepeda motor yang mendominasi lalu lintas harian.
Sejumlah warga menduga kerusakan dipicu aliran air hujan yang terus-menerus menggerus sisi jalan tanpa adanya sistem drainase memadai.
“Setiap hujan deras, air langsung jatuh ke pinggir. Lama-lama tanahnya habis tergerus,” ujar seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi.
Jembatan Semayo sendiri merupakan jalur vital. Akses ini menjadi penghubung utama warga menuju sekolah, pasar, kantor pemerintahan, hingga fasilitas kesehatan. Setiap pagi dan sore, arus kendaraan cukup padat.
Ketika badan jalan menyempit akibat terban, kendaraan roda empat terpaksa mengambil posisi ke tengah, meningkatkan potensi tabrakan dari arah berlawanan.Yang menjadi pertanyaan, mengapa kerusakan di titik sepenting itu belum mendapat penanganan cepat? Tidak terlihat papan proyek, tanda peringatan resmi, maupun upaya pengamanan permanen dari instansi terkait.Jika dibiarkan, lubang berpotensi melebar dan merusak struktur tepi jembatan secara keseluruhan.
Warga mengaku khawatir kondisi ini hanya menunggu waktu hingga memakan korban. “Ini jalan utama kami. Kalau sampai putus atau ada yang jatuh, siapa yang bertanggung jawab?” kata warga lainnya
.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas teknis terkait mengenai rencana perbaikan.
Di tengah aktivitas harian yang terus berjalan, warga kini menggantungkan keselamatan pada bangku kayu dan penanda darurat—simbol sederhana dari akses vital yang belum tersentuh perbaikan.


















