mediafaktajambi.org. Permukaan air Danau Kerinci ikon wisata Jambi. secara mendadak menyusut drastis dalam beberapa hari terakhir dan menimbulkan tanda tanya dari warga yang bermukim di sekitar danau Kerinci
Pantauan warga menunjukkan penurunan debit air yang sangat mencolok, terutama pada pintu keluar air menuju Sungai Batang Merangin. Kondisi aliran sungai terlihat sangat dangkal, air semakin menjauh dari bibir danau, bahkan beberapa titik dasar danau kini tampak mengering.padahal dalam keadaan normal, kedalaman air di lokasi tersebut biasanya mencapai dua meter.
Para warga menduga fenomena menyusutnya air danau Kerincikarena cuaca panas ekstrem dan minimnya curah hujan dalam sepekan terakhir ,namun warga juga merasa heran karena penyusutan terjadi begitu cepat meski belum memasuki musim kemarau panjang.
“Air menyusut sangat cepat, padahal baru beberapa hari tidak hujan. Biasanya fenomena seperti ini hanya terlihat saat kemarau panjang,” ungkap Helmi , salah seorang warga Sanggaran Agung
Lanjutnya lagi dampak negatif akibat menyusut air danau tersebut sangat banyak ,mulai dari menurunnya mata pencaharian para nelayan, terganggunya ekosistem danau, hingga sektor pariwisata yang selama ini bergantung pada keindahan Danau Kerinci
Kami minta pemkab Kerinci bersama instansi terkait untuk segera turun mencari penyebab, apakah ini murni penyebab musim kemarau atau ada faktor lainnya harap Helmi
Sekedar informasi tambahan Danau Kerinci, sebuah danau vulkanik yang terletak di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Kedalaman Danau Kerinci bervariasi tergantung sumber, namun umumnya disebut mencapai maksimal 110 meter dengan kedalaman rata-rata sekitar 97 meter, menjadikannya danau vulkanik terbesar kedua di Indonesia setelah Danau Toba, dengan luas sekitar 4.200 hektare dan terletak pada ketinggian 783 mdpl.
Dalam segala situasi apapun mediafaktajambi.org berkomitmen memberikan fakta jernih. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang1


















